Friday, April 2, 2010

A Little Bit Too Late

Di umur gw yang tepat 21 tahun bulan lalu ini, gw merasa gagal. Gagal untuk memaksimalkan masa remaja gw sebaik mungkin. Dan ini baru gw sadari sekarang. Ya, si kata terlambat ini memang datangnya selalu belakangan, sesuai dengan kultur orang Indonesia mungkin ya, sukanya telat.

Gw melewatkan masa SMA gw hanya dengan sekolah, pacaran dan hang out sama temen-temen gw. Gw tidak tergabung sama OSIS SMA, atau pun ikut kegiatan-kegiatan di luar sekolah. Ekstra kurikuler gw ada 2, softball dan saman. Softball, cuma ikut latihan 2 kali, dan saman, walaupun sempet ikut manggung di 2 event, but that's it. Bener-bener plain.

Kuliah, cuma 2 kata, salah jurusan. Ya, setelah di semester 6 ini pula, gw semakin ngerasa kalo Bisnis, sama sekali bukan dunia gw. Gw merasa jauh dibawah temen-temen gw yang lain, yang keliatannya sangat enjoy dengan dunia perekonomian dan bisnis. Gw merasa, this is not my world. Dan mungkin udah terlambat bgt ya buat gw untuk pindah jurusan dan kuliah, jadi sekarang gw cuma harus bertahan 2 semester lagi, dan berusaha sebaik mungkin ngejalanin kuliah gw ini.

To be honest, gw gak merasa punya suatu kelebihan yang bisa gw banggakan. Akademis, gw gak pinter-pinter amat. Istilahnya, lulus mata kuliah aja alhamdulillah. Gw gak bisa main musik, walaupun gitar bisa sedikit kunci A, B, dan teman-temannya. Cabang olahraga khusus? Gak ada. Ikut organisasi apapun juga nggak. Bahasa, gw cuma bisa Bahasa Inggris, walaupun sempet diajarin Bahasa Arab di sekolah dulu, tp sekarang udah gak berbekas sama sekali. Apalagi ya? You name it, and I will say that I don't think I can do it.

Sekarang ini, gw bener-bener salut dengan anak-anak jaman sekarang, yang punya prestasi dan suatu kelebihan yang udah mereka sadari dari sekarang. Mereka udah lebih bisa menyuarakan pendapat mereka, and they're not afraid to put their mind into an action(s). Contoh aja Alanda Kariza. She's the founder of the Indonesian Youth Conference, sebuah acara yang menghadirkan forum yang khusus dibuat dari remaja untuk remaja untuk dapat menyuarakan pendapat mereka dan didengar.

Setelah nonton 3 Idiots, which was like the greatest Indian movie I've ever watched, gw baru tersadar. Gw gak punya passion yang segitunya, gak seperti Rancho di film itu yang passionnya untuk belajar sangat besar, dan Farhan yang suka bgt sm fotografi. Mungkin adalah 1 atau 2 bidang yang gw tertarik dan suka, tapi cuma sebatas itu aja. Gw gak mendalami lebih jauh lagi, semuanya terkesan setengah-setengah.

Dan sekarang, di umur gw yang 21 tahun ini, gw merasa gagal.

Mungkin belum begitu terlambat buat gw untuk mulai mencari dan menemukan passion gw itu, which is what I'm trying to do now. Gw yakin, gw akan menemukan passion gw, dan di saat gw udah tau apa itu, gw gak akan setengah-setengah menjalaninya.

Monday, March 15, 2010

This Time...

Baby, I couldn't lie that I miss you so.
You keep saying "Goodbye" and I keep saying "Hello."
- Music For Sale, Far Away From You

Friday, March 12, 2010

Changes

New style. What do you think people?
I'm just trying out new stuff, you know, just to get out of my comfort zone. It's fun, actually. But as we all know, it's not that comfortable after all.
Well, what's new from my life? Lets see... I'm back at Jakarta, and officially in my 6th semester. And I know that it will be busy as hell, but maybe that is exactly what I needed. What else, what else?
I'm blanking. Catch ya later!

Monday, January 18, 2010

Past, Present. Future?

As I was blogwalking to my usuals, I found a link to my old blog in Rekha's, so I decided to stop by and read it. And I found this... I admit that I'm not a good writer, but for this one, I have to say that I did well and I'm proud. My inspiration for this post was mainly, well, you.



Well, what do you think?

Anyway, I'm in the middle of my exam week and after that, by January 28th until March 1st, I'll be at Kadununggal Village, Sukabumi, doing my community development project. I'm not that excited. Don't ask why. Really, there's nothing to look forward to this month and February. Can I just fast-forward it to March? It's my month anyway...

Ok, I have to go, those slides and papers are calling me back. Wish me luck on everything guys!

Toodle-o!


Pssstt... Check this out!





I'm in love with these songs. A lil' bit about Music For Sale can be found here.

Wednesday, January 6, 2010

2010, Work It Out For Me!

Happy New Year! (Yeah, I know it's kinda late, but still. Lol)

This is my first post in 2010, so I should probably make it special, but right now, nothing seems to be special for me.

I just hope, whatever this year have ahead for me, I hope it's a good thing. Enough about all the sadness and crappiness. It's time to have fun!


Monday, December 28, 2009

The List

Things that I miss:

  1. I miss saying 'I love you' and really mean it
  2. I miss calling you 'yang'
  3. I miss holding hands in the public
  4. I miss having a person who can only see me
  5. I miss having someone who's devoted to me
  6. I miss having a commitment
  7. I miss us.

But I don't have time for that. I have to be more mature, have to start thinking about my future. That list is just not worth it. And this guy, the one that I still very much in love for the past four years, have to go. It's for my own good. I'm pretty sure he wants the best for me, too.

Sunday, December 27, 2009

Moving On

Kodok ijo harus pergi.
Tidak, bukan berarti ada boneka baru yang lebih baik.
Sampai kapanpun, yang bisa buat dia tidur dengan nyenyak dan nyaman hanya si kodok.
Tapi, dia sudah mulai tumbuh besar, sudah harus lebih dewasa.
Teman-temannya mulai mengolok-olok dirinya karena si kodok.
Rasanya tidak pantas bila dia masih memiliki si kodok ijo yang usang itu di tempat tidurnya.
Dan untuk itu, si kodok harus pergi.
Rasanya memang hampa, tidak ada lagi yang menemaninya tidur.
Satu, dua atau tiga hari, ia gelisah, tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Namun, pada hari berikutnya, perlahan-lahan, tanpa si kodok, dia dapat tidur.
Sampai pada akhirnya, dia sama sekali lupa dengan keberadaan si kodok.
Dan baginya, kodok ijo tidak lebih dari sebuah boneka dengan kenangan masa kecilnya.